Sering ketemu pertanyaan begini; "Emangnya lu punya berapa banyak #Bitcoin?" Karena sudah bosan mendapat pertanyaan ini, jadi pengen buat jawaban ultimasi ๐Ÿ‘๐Ÿป 1. Menjadi Bitcoiner, berarti mendukung hak privasi ๐Ÿคซ individual (Referensi: Cypherpunks Manifesto). Sehingga, membahas berapa banyak itu sebenarnya "tabu". Menjadi Bitcoiner, berarti bukan hidup berstandar #Fiat, melainkan standar Bitcoin. Artinya, kesederhanaan itu koentji. ๐Ÿงก Flexing, oversharing = Standar Fiat ๐Ÿ‘Ž๐Ÿป Kita hanya mau hidup tenang, privat dan berkelanjutan, tanpa ada campur tangan pihak manapun. Bukan berarti kita ada yang ingin "ditutupi", melainkan privasi adalah hak & pilihan. ๐Ÿ” 2. Tidaklah penting jumlah yang seorang Bitcoiner miliki, sebab jumlah total tidak berubah dan tidak bisa ter'dilusi'kan, yaitu 21 Juta ๐ŸŸ  Standar Fiat -> harus tambah banyak, karena dicetak terus dari angin ๐Ÿ’จ Standar Bitcoin -> sedikit aja cukup ๐Ÿ˜Žโšก Singkatnya, Tidak perduli punya berapa, mau punya ribuan, satuan, komaan atau hanya 1 sat pun. Yang penting Self Custody ๐Ÿ›ก๏ธ Tidak seperti Fiat yang dicetak terus dan bukan kita yang punya ๐Ÿ‘€
Meminjam gaya Rudy Habibie; Masalahnya, Uang kita rusak Faktanya, Uang #Fiat = #Utang = #Riba = #SCAM Solusinya, kita butuh uang baru yang ga bisa dicetak, dimanipulasi Hanya #Bitcoin โšก๐ŸŸ 
Tidak heran mengapa banyak kasus bโˆ†nโˆ†h d1r1, karena sistem utang bukan hanya menyerang keuangan seseorang di dunia nyata, namun juga secara moral. Ini disebut dehumanisasi. ๐Ÿฅ€ Karena Sistem yang berbasis utang ๐Ÿ’ณ, mengubah seseorang dan peradaban memilki mentalitas budak ๐Ÿ”—, dimana ini merupakan gejala dari preferensi waktu yang tinggi. Berhutang berarti meminjam waktu dari diri kita yang ada di masa depan, untuk pemenuhan saat sekarang. Peradaban yang hanya mementingkan saat sekarang(hidup dari gaji ke gaji ๐Ÿ’ธ) dan tidak bisa bertahan dan akan mengalami kemunduran dan kehancuran. Sistem Utang ๐Ÿ’ณ juga menghilangkan dan menghancurkan makna masa depan. Hari esok menjadi tidak bermakna. Orang tidak bisa lagi berencana untuk masa depan. Hari esok bukanlah suatu hal yang penting. Kehilangan harapan merupakan ujungnya, sehingga menekan kemanusiaan itu sendiri. Seseorang menjadi bermental spekulan ๐ŸŽฐ karena hari esok tidak memiliki kepastian, sebab uang kita rusak dan tidak bisa berfungsi dengan baik sebagai jembatan masa sekarang dan masa depan. Referensi: Thank God for Bitcoin ๐ŸŸ